Giving your child the best start in life
-
First Floor, 10A Chandos Street London New Town W1G 9LE
Get In Touch
Monday to Friday: 8.30am – 02.00pm
Saturday, Sunday: Close
Email: user@domainname.com
Phone: +44 (0) 207 689 7888
Monday to Friday: 8.30am – 02.00pm
Saturday, Sunday: Close
Email: user@domainname.com
Phone: +44 (0) 207 689 7888

SDMuh1ta.sch.id – Lewat kilas balik sejarah pergerakan nasional, apel peringatan Sumpah Pemuda SD Muhita di Alun-Alun Tanggul menjadi pengingat bahwa ketekunan belajar generasi hari ini adalah kunci lahirnya para pemimpin bangsa di masa depan.
Ratusan siswa SD Muhammadiyah Tanggul (SD Muhita) memenuhi Alun-Alun Tanggul dengan penuh antusias dalam apel peringatan Sumpah Pemuda, Jumat (30/10/2026). Di tengah barisan yang tertib, pesan tentang pentingnya memahami akar sejarah pergerakan bangsa disampaikan langsung oleh Kepala Urusan Ismuba sekaligus perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanggul, Ustadz Ibnu Jihad.
Mengawali amanatnya, Ustadz Jihad mengajak para siswa merenungi peran generasi muda Indonesia pada era pra-kemerdekaan. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, ujarnya, tidak lepas dari kegigihan dan tekad kuat anak-anak muda zaman dahulu yang bercita-cita membebaskan tanah air.
“Kalian yang hari ini masih anak-anak, sebentar lagi akan beranjak menjadi pemuda. Karena itu, tugas utama kalian adalah belajar dengan giat agar mampu memberi keteladanan dan siap menggantikan para pemimpin bangsa kelak,” tuturnya, membakar semangat seluruh barisan siswa.
Lalu tibalah bagian yang paling kompak sepanjang apel: doa. Ustadz Jihad menyinggung keberanian siswa yang tampil bak tokoh bangsa, kemudian mengajak seluruh peserta mengaminkan harapan agar kelak dari SD Muhita lahir presiden, menteri, hingga wakil rakyat. Seluruh barisan mengamini serentak, dengan semangat yang jauh lebih kompak dibanding saat diminta merapikan barisan.
Semoga kelak, kalau doa ini benar terkabul, mereka tetap ingat: dulu, doanya diamini serempak di Alun-Alun Tanggul, di bawah matahari pagi.
Keseruan berlanjut saat Ustadz Jihad memandu pembacaan ikrar Sumpah Pemuda bersama-sama. Di pengujung sambutan, ia melontarkan tantangan spontan: siapa pun siswa yang berani maju dan melafalkan ikrar Sumpah Pemuda sendiri tanpa teks akan mendapat hadiah langsung dari beliau.
Tantangan itu disambut penuh percaya diri oleh Ananda Keke, perwakilan siswa dari kelas Khalid bin Walid. Tanpa ragu, Keke melangkah mantap ke depan barisan dan melafalkan tiga butir ikrar persatuan dengan lantang dan fasih. Ia pun langsung mendapat hadiah spesial dari Ustadz Jihad, diiringi tepuk tangan bangga dari teman-teman dan para guru.
Usai sesi interaktif itu, apel berlanjut khidmat dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta, disusul Mars Sang Surya, dan ditutup dengan penuh kebanggaan melalui Mars SD Muhita.
Gema nyanyian bersama di ruang terbuka Alun-Alun Tanggul ini menutup rangkaian apel resmi sekaligus membuka agenda yang ditunggu-tunggu: pentas literasi siswa, tempat anak-anak hebat SD Muhita menampilkan karya dan kreativitas mereka.